Inilah Analisis tentang Hidup Bahagia

Inilah Analisis tentang Hidup Bahagia. Kebahagiaan yakni satu opsi. Kita sendirilah yang tentukan untuk hidup berbahagia atau menanggung derita. Buat hidup damai sejahtera atau hidup dalam genangan duka nestapa. Untuk hidup penuh sukur atau menyambat-menggerutu.

Untuk hidup tanpa ada beban atau hidup alami malang. Di Kabar 123 ditulis Beberapa orang memutuskan hidup menanggung derita. Hari anyar, yang harusnya jadi awalnya hidup anyar, tetap juga terkuasai kemelut pikiran-perasaan. Tetap juga memiara kemurkaan-kekecewaan-kegagalan yang terjadi ‘hari-hari sebelumnya’.

Tetap terkuasai keadaan serta kondisi periode saat lalu. Tetap juga tidak dapat meniadakan keputusasaan-kegagalan. Orang yang menunjuk menanggung derita merupakan beberapa orang tidak berhasil, beberapa orang angkuh, beberapa orang punyai masalah. Beberapa orang yang menunjuk menanggung derita ialah beberapa orang yang tidak pilih sikap psikis 4 B: beralih-bertumbuh-berkembang-berbuah.

Informasi 5 lainnya:   Segera Temukan Khasiat Obat Herbal Mosehat Ekstrak Moringa di Malang Anda untuk Penyembuhan Alami

Beberapa orang yang lihat serta merasa apa pun-siapa lantas selalu tetap-kekal-abadi. Itu pemicu, beberapa orang sama dengan lagi ‘bunuh diri perlahan-lahan’. Dalam korelasi dan hubungan beberapa orang yang pilih menanggung derita selalu memberinya stigma, berikan cap, berikan cap.

Baik di satu orang, komune, tempat, realita, atau pertanda. Karena itu, selalu berburuk sangka-curiga-picik-licik. Sekali orang lakukan perbuatan salah, buat beberapa orang yang pilih hidup menderita, selama-lamanya dipandang salah. Sekali orang melawan-melawan-menentang, selama-lamanya dikasih label-cap-stigma pembuat onar.

Beberapa orang yang menunjuk menanggung derita, kian waktu, selalu berpembawaan palsu, basa-basi, curang, penjilat, otoriter, dan sadis. Mereka bikin ‘benteng kebenaran subyektif’ yang jadi senjata tiap buat hadapi seorang, populasi, tempat, fakta, atau petunjuk.

Tanda-tanda orang yang pilih hidup menanggung derita salah satunya: tidak ringan yakin ke orang lain, terus berprasangka buruk ke orang lain serta skema hidupnya, terus risau.

Informasi 5 lainnya:   Informasi Pemasaran Oli Motor Matic Terbaik di Padang

Beberapa hal kecil-bahkan yang remeh-temeh menjadi target utama, yang bukan persoalan jadikan soal, berpikir serba instant, pengen menang sendiri, tak menghargakan rekam jejak-dedikasi pihak lain, tingkah-polahnya aneh-aneh.

Hari yang kita lintasi jadikan oleh Tuhan. Dianugerahi pada umat-Nya. Untuk disyukuri sampai jadi hari yang penuh damai, penuh suka ria, hari yang menggembirakan. Hari yang kita sambut tiap-tiap fajar merekah merupakan berkat-kudus-indah memikat yang semestinya membuat damai sejahtera dan kebahagiaan.

Ada pengalaman yang sentuh waktu menemani ‘penyiar-penyiar muda-belia radio sekolah (dari SD-SMA) menyelenggarakan ‘aksi perduli Merapi’. Di share hari ke-3 , sambil hitung uang yang diperoleh tiap-tiap kumpulan, ada siswi SMA yang menangis.

Masalahnya dia begitu haru waktu seorang ibu muda berhijab kuras habis semuanya isi dompet ke kardusnya. Helai-lembar uang dari yang punya warna merah sampai recehan beralih menempati kardus sang siswi. Dia haru-kagum di ibu muda berjibab. Orang ibu muda berhijab, yang baru-baru ini keluar ‘supermarket’ bersama anaknya hanya satu, demikian tulus-ikhlas memberinya.

Informasi 5 lainnya:   Sepintas Konotasi tentang Batik Indonesia

Tidak boleh sampai kita diamkan tidak untuk berbahagia. Diamkan seluruhnya dalam irama dan pola hidup mereka. Desahkan saja, “Ya, biarlah!” Lantas, kibaskan debu dan mengambil jarak. Asal, tidak boleh membencinya!

Jaga sikap baik. Teruslah berkembang benar di mana saja, ke siapa saja, serta kapan saja kita ada. Diamkan Tuhan yang bekerja dan berkaya. Tidakkah Sodom-Gomorah atau air bah dan perahu Nuh sudah mendidik pada kita bagaimana hidup berbahagia.

 

Inilah Analisis tentang Hidup Bahagia.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.